Cara Groomer Bersihkan Telinga Kucing Tanpa Bikin Stres

Membersihkan telinga kucing tanpa bikin stres bukan soal kucingnya penakut, tapi soal gerakan tangan yang dipakai. Pegang daun telinga dengan lembut lalu arahkan sedikit ke atas supaya saluran telinga lebih lurus, usap hanya lipatan yang terlihat memakai kapas atau kasa lembut yang sudah dibasahi pembersih telinga khusus kucing, dan cukup satu telinga untuk satu sesi; telinga sebelahnya dikerjakan beberapa jam kemudian atau besok. Sebagian besar kucing yang menolak bukan menolak telinganya disentuh, melainkan menolak dicekal, ditekan, dan diburu-buru. Memperbaiki tiga hal itu biasanya lebih menentukan hasil daripada mengganti alat apa pun.

Saya duduk bersila di lantai kamar, bukan berdiri di meja. Kucing saya letakkan di pangkuan dengan badan menghadap ke samping, bukan menghadap dada saya. Botol pembersih sudah ada di lantai dalam jangkauan tangan kanan, dan satu kapas sudah saya basahi sebelum dia datang, bukan saya basahi di depan hidungnya. Bunyi tutup botol yang dipencet dan gemerisik plastik itu yang bikin telinga mereka langsung menekuk ke belakang. Jadi bunyi itu saya keluarkan lebih dulu, waktu dia masih di ruangan lain.

Yang saya periksa sebelum menyentuh sama sekali

Sebelum kapas menyentuh apa pun, saya lihat dulu lipatan di dalam telinganya di bawah lampu. Sedikit wax cokelat muda yang tipis dan tidak bau itu normal, dan tinggal diusap. Yang membuat saya menahan tangan: bau kuat yang muncul lagi padahal baru dibersihkan, kulit dalam yang merah atau terlihat bengkak, kotoran gelap, atau kucing yang menarik kepala begitu pangkal telinganya disentuh ringan. Empat hal itu bukan alasan membersihkan lebih sering atau lebih keras. Itu alasan berhenti dan bertanya ke dokter hewan.

Saya tidak menebak-nebak sendiri apa penyebabnya. Yang saya tahu cuma cara mengusap, dan itu bukan cara membuat diagnosis.

Memegang daun telinga, bukan mencengkeramnya

Ibu jari dan telunjuk saya memegang ujung daun telinga, bukan pangkalnya yang tebal. Cengkeraman di pangkal terasa seperti ditahan, dan kucing akan bergerak untuk melepas. Ujung daun telinga cukup diarahkan pelan ke atas sampai lipatan di dalamnya terbuka. Bukan ditarik kuat; kalau kepala dia mulai mengikuti arah tarikan, tarikan saya sudah terlalu jauh.

Alasan telinga diarahkan ke atas sederhana: salurannya bengkok, dan dengan daun telinga terangkat, jalannya jadi lebih rata. Kapas tidak perlu masuk dalam-dalam untuk menjangkau bagian yang memang boleh dibersihkan.

Tangan yang lain saya letakkan datar di bahu atau dada, bukan memegang tengkuk. Berat tangan saja, tanpa tekanan. Ini yang membuat banyak kucing tetap diam, bukan karena dicegah bergerak, tapi karena tidak ada alasan untuk bergerak.

Kapas bergerak satu arah, tidak pernah masuk ke lubang

Satu kapas untuk satu usapan, dari lipatan dalam ke luar, lalu dibuang. Tidak digosok bolak-balik di titik yang sama. Kulit di dalam telinga tipis, dan menggosok keras membuatnya merah, bukan bersih. Kapas bekas tidak saya masukkan lagi ke lipatan, karena itu cuma memindahkan kotoran ke tempat yang tadi sudah bersih.

Ujung jari saya tidak masuk ke lubang telinga, dan cotton bud tidak saya pakai untuk bagian dalam. Benda panjang yang didorong ke dalam bisa memindahkan kotoran lebih jauh, dan dinding salurannya mudah terluka. Bagian yang saya bersihkan hanya yang bisa saya lihat.

Tiga sampai empat usapan, lalu selesai. Kurang dari satu menit, dan saya tidak menambah hanya karena merasa masih ada sisa.

Satu telinga per sesi

Telinga pertama hampir selalu lolos. Telinga kedua yang bikin kacau, bukan karena telinganya lebih sensitif, tapi karena kesabaran kucing sudah habis di telinga pertama. Kalau saya tetap lanjut, saya bukan membersihkan lagi, saya memaksa. Yang dia ingat besok bukan kapasnya, tapi tangan saya.

Ada alasan kedua yang lebih praktis: dengan satu telinga, saya masih bisa membaca reaksinya. Kalau dia menggeliat di telinga kedua, saya tidak punya cara memastikan apakah itu karena bosan atau karena ada yang nyeri.

Jadi telinga kiri hari ini, telinga kanan besok, atau beberapa jam kemudian kalau dia sudah santai lagi. Saya selalu mulai dari sisi yang sama supaya tidak lupa mana yang sudah dan mana yang belum.

Setelah selesai, saya angkat tangan dan biarkan dia pergi kalau mau. Kapas bekas saya taruh di lantai, bukan langsung dibuang ke tempat sampah di depannya; beberapa kucing ingin mengendus dulu. Setelah itu baru saya beri satu camilan kecil, supaya hal terakhir yang dia ingat dari sesi itu bukan kapasnya.

Hari yang salah untuk menyentuh telinga

Hari mandi bukan hari telinga. Hari potong kuku juga bukan. Kucing menghitung pengalaman tidak enak dalam satu paket, dan telinga yang datang setelah air dan gunting kuku akan dianggap bagian dari rangkaian yang sama. Di rumah saya, telinga punya harinya sendiri, dan hari itu tidak diisi urusan lain yang dia tidak sukai.

Waktunya juga saya pilih: setelah makan malam, lampu ruangan mulai diredupkan, tidak ada anak yang berlari, tidak ada kucing lain menunggu di depan pintu. Vacuum cleaner yang menyala di ruang sebelah sudah cukup untuk membuat telinga ini tidak bisa dipegang sama sekali.

Kapan saya berhenti dan tidak mengulang

Kalau daun telinga sudah ditarik menjauh sebelum tangan saya sampai, saya tidak memaksa masuk. Kalau telinga berkedut sekali, itu biasa, dia cuma merasakan sentuhan. Kalau berkedut dua-tiga kali, kepala digelengkan, telinga menekuk rata, atau ada suara tidak senang, sesi itu selesai. Saya tidak mencoba lagi hari itu, dan tidak menggantinya dengan telinga yang satunya.

Dan tidak semua kucing perlu dibersihkan rutin. Kucing sehat berbulu pendek yang telinganya tidak pernah kelihatan kotor cukup diperiksa sekali seminggu; membersihkan telinga yang tidak kotor berulang kali justru membuat lipatannya lecet. Untuk telinga yang jelas menyakitkan saat disentuh, yang kotorannya gelap dan terus kembali, atau kucing yang kepalanya miring terus ke satu sisi, ini bukan lagi soal teknik. Itu urusan dokter hewan, dan tidak ada usapan tambahan yang bisa menggantikannya.

Panduan ini hanya edukasi. Sebelum menindaklanjuti perawatan atau mengabaikan saran profesional, tanyakan dulu kepada dokter hewan.
Tangan Tenang

Penulis artikel

Tangan Tenang adalah lapisan orang yang menangani kucing rumahan dengan gerakan pelan dan sabar. Mereka terbiasa mengenalkan sisir, sampo, dan pembersih telinga lewat pengulangan, menjaga litter box tetap bersih, dan menyiapkan ruangan yang sejuk bagi kucing.

Tentang kami