Ada bunyi-bunyi kecil yang membuat kucing menghilang ke kolong tempat tidur: air yang mengucur dari keran, gunting kuku yang dikeluarkan dari laci, atau tutup sampo yang dibuka terlalu cepat. Kami mengenal betul momen-momen seperti itu, karena semuanya terjadi di rumah — di kamar mandi kecil, di sudut ruangan tempat litter box diletakkan, di sofa yang pernah kena pipis, dan di tempat tidur kucing yang bulunya menempel di mana-mana.
Kami menyebut diri kami Tangan Tenang: orang-orang yang menangani kucing rumahan dengan gerakan lambat dan sabar. Bukan karena kami selalu berhasil, tapi karena kami terbiasa mengulang. Sisir dikenalkan sedikit demi sedikit, sampo dibiarkan dikenal lewat baunya lebih dulu, pembersih telinga disentuhkan tanpa dipaksa, dan litter box dijaga tetap bersih supaya kucing tidak punya alasan untuk menghindarinya. Ruangan tempat kucing kami tinggal juga kami jaga tetap sejuk dan tidak pengap.
Yang kami alami dan amati sehari-hari itulah yang kami rawat di Kucing Tenang. Isinya panduan merawat kucing di rumah dengan langkah yang tidak terburu-buru: cara memandikan kucing yang takut air, membersihkan telinga dan mata, memotong kuku, serta menyisir bulu pendek maupun bulu panjang seperti pada kucing Persia. Semuanya tumbuh dari kebiasaan yang berulang, bukan dari sesuatu yang dibaca sekali lalu dipindahkan ke halaman.
Kami juga membahas hal-hal yang membuat rumah terasa lebih tenang: menata litter box dan memilih pasir yang nyaman untuk kaki kucing, menghilangkan bau urine dari lantai dan sofa, mencuci tempat tidur kucing, menjaga kandang tetap kering dan bebas bau, sampai memilih bahan pembersih lantai yang aman bagi kucing yang berjalan di atasnya.
Jadwal perawatan tidak kami samakan untuk semua kucing. Usia, jenis bulu, dan apakah kucing lebih banyak berada di dalam atau di luar ruangan membuat kebutuhannya berbeda-beda, dan perbedaan itu tetap terlihat dalam catatan kami. Kucing yang baru pertama kali melihat sisir jelas tidak bisa diperlakukan sama dengan kucing yang sudah terbiasa sejak kecil, dan kami menuliskan langkah-langkah dengan kesabaran yang seperti itu.
Di halaman-halaman itu kami juga menuliskan apa yang kami kenali sebagai tanda normal dan tanda yang sebaiknya dibawa ke dokter hewan. Kami bukan institusi profesional dan tidak menggantikan nasihat dokter hewan — kalau ada yang membuat kami ragu, kami bertanya, dan kami ingin pembaca melakukan hal yang sama. Batas itu kami sebut dengan jelas supaya tidak ada yang menunda pemeriksaan karena menganggap halaman ini sudah cukup.
Kalau ada yang ingin ditanyakan, ditambahkan, atau sekadar diceritakan dari rumah masing-masing, kirim surel ke [email protected]. Kami senang mendengar cerita dari rumah lain.
Selamat merawat dengan pelan, dari rumah ke rumah.
Tangan Tenang