Bahan pembersih jamur yang paling berisiko bila dijilat kucing adalah pemutih berbasis klorin dan pembersih berbasis amonia. Bukan karena kucing menenggak isi botolnya, melainkan karena residunya tertinggal di lantai, nat keramik, dan kaki furnitur lalu masuk ke mulut lewat kebiasaan menjilat telapak kaki. Mencampur keduanya memperburuk semuanya: reaksinya melepas gas yang menusuk saluran napas, dan kucing yang tinggal di ruangan itu menghirupnya lebih lama daripada Anda. Satu hal lagi yang sama pentingnya, membersihkan bercaknya tanpa memutus sumber lembapnya hanya membeli waktu beberapa minggu sebelum bercak yang sama muncul di titik yang sama.
Bercak hampir selalu mulai di sudut yang tidak kena angin
Mari berdiri sebentar di kamar belakang, di depan lemari pakaian yang dua tahun tidak digeser. Yang saya lihat pertama kali bukan bercaknya, tapi cat dinding yang menggelembung kecil beberapa senti di atas lantai. Punggung tangan saya tempelkan ke sana, dingin dan lembap, tapi tidak basah. Lalu bau apek naik pelan, jenis bau yang masih menempel di hidung setelah Anda keluar kamar.
Di sudut lain, di kamar mandi, nat keramik yang dulu putih sekarang abu-abu kehitaman, dan di sela itu selalu ada air yang tidak pernah benar-benar kering. Polanya berulang terus: jamur rumah tangga jarang mulai di tengah ruangan yang terang dan sering dilewati orang. Ia mulai di belakang furnitur yang rapat ke dinding, di bawah keset, di balik tirai, di sudut tempat udara berhenti bergerak.
Kalau kucing Anda punya satu sudut favorit untuk meringkuk, periksa sudut itu dulu. Bukan karena kucingnya penyebabnya, tapi karena sudut yang dia pilih biasanya sudut yang paling jarang kena angin, dan itu tempat pertama yang lembap.
Kenapa refleks pertama justru yang paling berbahaya
Tangan saya dulu otomatis mencari pemutih. Baunya yang menusuk terasa seperti bukti bahwa sesuatu benar-benar bersih, dan hampir semua rumah punya botolnya di bawah wastafel. Masalahnya, yang saya hirup sebagai "bersih" itu hal yang sama yang bikin kucing saya bersin lalu keluar ruangan. Penciuman dan saluran napas kucing jauh lebih peka daripada kita, jadi dosis yang terasa wajar bagi hidung saya bukan dosis yang wajar bagi dia.
Pembersih beramonia tidak lebih aman. Saya pernah hampir menuangkannya ke ember yang sama dengan pemutih, dan sebenarnya ini satu-satunya hal yang benar-benar perlu Anda ingat dari bagian ini: mencampur pemutih dengan pembersih beramonia melepas gas yang berbahaya bahkan untuk manusia, apalagi untuk kucing yang tinggal di ruangan itu. Tidak ada keadaan yang membuat penggabungan ini masuk akal.
Yang bikin saya jauh lebih hati-hati bukan embernya. Lantainya.
Yang dijilat kucing adalah residu keringnya
Sore itu saya memel lantai, lalu pergi mandi, lalu kembali ke kamar mungkin satu jam kemudian. Kucing saya sudah masuk, duduk di tengah lantai, dan sedang menjilat telapak kaki depannya dengan santai. Lantainya sudah kering. Justru itu masalahnya.
Kucing berjalan di atas permukaan yang sudah kering, residunya menempel di bantalan kaki, bulu di sela jari, dan kadang di perut bagian bawah kalau dia berbaring. Beberapa saat kemudian semua itu masuk ke mulut. Jadi saya berhenti menilai aman atau tidaknya dari basah-keringnya lantai saat itu, dan mulai memperlakukan lapisan tipis yang tidak terlihat sebagai sesuatu yang tetap ada.
Dua kebiasaan yang saya pegang sampai sekarang. Pertama, kalau lantai atau nat memang harus dibersihkan dengan produk, saya bilas lagi dengan air bersih setelahnya, bukan cuma dipel sampai kering. Kedua, kucing keluar dari ruangan sejak sebelum saya mulai, dan baru boleh masuk setelah semua permukaan benar-benar kering, termasuk sela nat, bawah kaki meja, dan bagian dalam rel pintu yang jarang tersentuh kain pel.
Setelah dibersihkan, pekerjaannya belum selesai
Bagian ini yang biasanya hilang dari penjelasan mana pun. Orang menghabiskan satu jam menggosok, lalu menutup pintu, dan tiga minggu kemudian bercaknya balik. Bukan karena pembersihnya kurang kuat, tapi karena tidak ada yang berubah dari kondisi yang membuatnya tumbuh sejak awal.
Yang saya lakukan setelah mengelap: jendela dibuka lebar, kipas diarahkan ke sudut itu selama beberapa jam, dan lemari digeser sedikit dari dinding supaya ada celah udara. Kalau sudutnya benar-benar tertutup, saya pindahkan barang yang menghalangi, bukan cuma membersihkan di belakangnya lalu mendorongnya kembali rapat.
Saya juga berhenti menaruh litter box di sudut yang paling lembap. Pasir yang kena uap, urine, dan debu halus membuat lantai di bawahnya hampir tidak pernah kering, dan itu sudut yang paling cepat berbau dan paling cepat berbercak. Bukanya satu area di dekat jendela, atau minimal di titik yang ada aliran udaranya.
Dan hal kecil yang efeknya besar: embun di kaca dan dinding. Setiap pagi, sebelum sempat menetes ke bawah, saya lap. Jamur butuh air, dan embun yang dibiarkan mengalir ke sudut bawah jendela adalah air yang paling mudah dicegah.
Kain yang sempat lembap tidak cukup dilap
Ini bagian yang paling sering saya sesali. Karpet, sofa, kasur, dan tempat tidur kucing yang pernah terkena rembesan tidak selesai urusannya hanya dengan dilap permukaannya. Pertumbuhannya ada di dalam serat dan busa, di tempat yang tidak bisa Anda jangkau dengan kain.
Kalau barangnya masih bisa dijemur, jemur sampai benar-benar kering, bukan sampai terasa kering di tangan. Kalau sudah lama lembap dan berbau, saya lebih memilih menggantinya daripada menyimpannya sebagai sumber bau yang terus kembali setiap kali ruangan tertutup. Ini keputusan yang tidak enak, tapi lebih jujur daripada mengelapnya tiap minggu.
Kapan ini berhenti jadi urusan bersih-bersih
Ada satu titik di mana saya berhenti mencari pembersih dan mulai memperhatikan kucingnya. Kalau setelah beberapa hari di area yang lembap dan berjamur dia terus menggaruk, ada bagian bulu yang menipis, batuk, bersin, atau matanya berair, itu bukan tugas saya lagi. Saya bawa ke dokter hewan, bukan mencoba mengganti merek pembersih.
Saya juga perlu jujur soal batasnya. Kalau sumber lembapnya dari luar atau dari dalam struktur, dinding bocor, rembesan dari tanah, saluran air yang merembes di balik keramik, tidak ada pembersih yang bisa menyelesaikannya. Yang saya lakukan di dalam ruangan hanya menahan, dan bercaknya akan kembali sampai bagian bangunannya diperbaiki. Mengharapkan produk pembersih menyelesaikan rembesan itu sama saja menunggu hal yang tidak akan datang.
Yang bisa saya pastikan hanya satu, dan itu cukup untuk saya: setelah saya selesai, tidak ada residu yang tertinggal di lantai untuk dijilat kucing saya. Sisanya soal lembap, saya kerjakan pelan-pelan, jendela dibuka, barang digeser, kain dijemur, karena itu satu-satunya bagian yang benar-benar mengubah keadaan.