Berhenti Pakai Cotton Bud untuk Telinga Kucing Anda

Cotton bud tidak boleh dimasukkan ke liang telinga kucing, bahkan tidak seujungnya, dan satu-satunya benda yang aman menyentuh bagian dalam telinga adalah kapas bulat yang dipegang jari. Alasannya bukan sekadar kotoran akan terdorong ke dalam, tetapi karena saluran telinga kucing berbentuk huruf L: ada belokan tajam antara saluran tegak dan saluran mendatar, dan cotton bud tidak punya cara melewatinya. Yang terjadi di situ bukan pembersihan, melainkan pemadatan.

Berhenti Pakai Cotton Bud untuk Telinga Kucing Anda

Saya duduk bersila di lantai kamar mandi, kucing saya rebahkan menyamping di antara kaki, kepalanya menghadap keluar. Satu tangan saya letakkan di bawah dagunya, bukan untuk menahan kuat-kuat, hanya supaya kepalanya tidak berputar setiap kali ada suara dari luar. Tangan yang lain memegang kapas bulat. Cotton bud-nya sudah tidak ada lagi di rak kamar mandi sejak lama, bukan karena saya orang yang disiplin, tapi karena kalau kotaknya masih ada di situ, tangan saya akan mengambilnya tanpa berpikir.

Kenapa cotton bud terasa begitu meyakinkan

Ini bagian yang hampir tidak pernah dibahas orang. Cotton bud memberi Anda bukti. Setelah diputar pelan, ujungnya keluar dengan lapisan cokelat, dan Anda merasa baru saja menyelesaikan sesuatu dengan tuntas. Kapas bulat tidak memberi Anda apa pun. Sering kali warnanya tetap putih, dan Anda tidak tahu apakah ada yang berhasil dibersihkan atau tidak.

Rasa berhasil itulah yang menipu. Lapisan cokelat di ujung cotton bud sebagian besar adalah lapisan yang sebelumnya menempel di dinding saluran yang masih sehat, lalu Anda gosok dan dorong ke arah belokan. Sebagian naik ke luar, sebagian lagi terjebak di tikungan. Beberapa hari kemudian kucing menggaruk telinganya, Anda menyimpulkan telinganya kotor lagi, lalu mengulanginya. Siklus itu bisa jalan berminggu-minggu tanpa Anda sadari sedang merugikan.

Belokan yang tidak bisa ditawar

Saluran telinga kucing turun dulu hampir lurus dari pangkal telinga, lalu berbelok mendekati sembilan puluh derajat ke arah dalam kepala. Bagian setelah belokan itulah tempat kotoran dan kelembapan berkumpul, dan justru bagian itu yang tidak akan pernah terlihat dari luar, bahkan dengan senter sekalipun.

Ketika Anda memasukkan cotton bud, ujungnya mentok di tikungan dalam hitungan milimeter, dan sisa panjangnya berubah jadi tuas. Setiap dorongan kecil yang Anda rasakan sebagai mengangkat kotoran sebenarnya adalah tekanan ke dinding saluran. Dinding itu tipis, dan jarak dari ujung saluran ke gendang telinga tidak bisa Anda perkirakan dari luar.

Sejauh mana jari boleh masuk

Batasnya sederhana dan saya pegang terus: hanya sejauh yang masih bisa Anda lihat sambil telinga tetap terbuka. Kalau lampu kamar mandi redup dan Anda harus menyipitkan mata untuk melihat ujung kapas, berarti sudah terlalu dalam. Bagian yang masih boleh disentuh adalah lipatan-lipatan di pangkal telinga, tempat kotoran kecokelatan biasanya menumpuk, bukan pintu masuk saluran yang gelap.

Ini masalah dua tangan

Membersihkan telinga kucing menuntut dua hal sekaligus: satu tangan untuk membuka lipatan telinga, satu tangan untuk memegang kapas. Kucing tidak punya kewajiban membantu Anda. Karena itu, seluruh persiapan dilakukan sebelum kapas menyentuh telinga.

Memilih tempat dan memakai handuk tipis

Kalau kucing Anda termasuk tenang, memangku saja sudah cukup. Untuk yang gelisah, saya bungkus badan depannya dengan handuk tipis dan sisakan kepala. Kucing jadi seperti burrito kecil, dan pegangan berpindah ke badan, bukan ke leher. Ini penting: kucing yang dicekik pelan di leher akan melawan jauh lebih keras daripada kucing yang badannya ditahan.

Yang saya hindari adalah meja tinggi. Satu lompatan dari meja, dan kepercayaan kucing pada sesi perawatan berikutnya hilang. Lantai kamar mandi atau pangkuan di sofa sudah cukup.

Waktu yang tepat

Saya tidak melakukannya saat kucing baru makan kenyang, dan tidak saat dia baru bangun dan masih setengah mengantuk. Waktu paling longgar biasanya setelah dia bermain sebentar dan mulai duduk tenang, tapi belum mengantuk. Kalau hari itu dia gelisah sekali, saya lewati saja. Telinga tidak rusak karena menunggu satu hari.

Berapa tetes, dan bunyi yang perlu Anda dengar

Melipat telinga dengan benar

Pegang ujung telinga dengan ibu jari dan telunjuk, lalu lipat keluar seperti membuka halaman buku. Jangan menggulungnya seperti pipa. Tulang rawan telinga kucing sangat tipis, dan lipatan yang dipaksakan terasa seperti tertusuk baginya. Kalau kucing menarik telinganya, lepaskan, tunggu sebentar, ulangi lagi dengan lebih pelan.

Setelah lipatan terbuka, Anda akan melihat pintu saluran tegak, biasanya berupa lubang kecil, kadang ditumbuhi sedikit rambut halus. Di situlah cairan pembersih telinga kucing dituang.

Tiga sampai lima tetes, tidak lebih cepat dari itu

Saya menuang pelan sampai terdengar bunyi basah saat pangkal telinga saya pijat. Biasanya tiga sampai lima tetes cukup. Kalau cairan langsung menetes keluar begitu dituang, kemungkinan besar Anda menuangnya terlalu cepat, bukan karena telinga kucing menolak cairan. Satu-satunya cairan yang boleh masuk ke telinga kucing adalah pembersih yang memang dibuat untuk telinga kucing. Tidak ada pengganti dari isi lemari lain yang aman.

Memijat pangkal, bukan mengocok kepala

Setelah cairan masuk, pijat pangkal telinga, bagian yang terasa agak keras di bawah kulit tepat di depan lubang telinga, dengan gerakan memutar lembut selama kira-kira dua puluh sampai tiga puluh detik. Pijatan ini memindahkan cairan ke arah belokan, bukan menggosok dinding saluran. Bagian ini biasanya yang paling tidak disukai kucing, jadi lakukan singkat dan selesai.

Lalu lepaskan, dan biarkan kucing mengibaskan kepala. Kibasan itulah yang membawa kotoran yang sudah larut naik ke luar. Ini bagian yang membuat pekerjaan cotton bud jadi tidak diperlukan sejak awal.

Satu kapas, satu telinga

Aturan yang saya pegang: satu kapas bulat untuk satu sisi telinga, jangan dipindah. Kalau kapas yang sudah menyentuh telinga kanan dipakai untuk telinga kiri, apa pun yang ada di kanan berpindah ke kiri. Telinga kucing jarang bermasalah di kedua sisi sekaligus, jadi ini bukan kehati-hatian berlebihan.

Ganti kapas begitu permukaannya berubah warna. Berhenti ketika kapas masih keluar putih meskipun sudah digosok beberapa kali. Kalau telinganya memang kotor sekali, lebih baik selesaikan sebagian hari ini dan sebagian besok daripada menggosok sepuluh menit hari ini dan membuat kucing takut pada telinganya sendiri selama sebulan ke depan.

Mengeringkan, bagian yang paling sering dilewatkan

Cairan yang tinggal di dalam telinga sama bermasalahnya dengan kotoran yang tinggal. Saya menghabiskan waktu mengeringkan sama panjangnya dengan waktu membersihkan. Ambil kapas bulat baru yang kering, lipat jadi dua, lalu telusuri semua lipatan yang tadi terkena cairan: cekungan di pangkal telinga, sudut antara tulang rawan dan bulu, dan lipatan atas. Ganti kapas kalau sudah lembap. Kalau perlu tiga kapas, ya pakai tiga.

Kalau setelah dikeringkan pangkal telinga masih terasa basah di ujung jari, tunggu sekitar lima menit dengan telinga tetap terbuka, lalu periksa lagi. Kucing biasanya menutup telinganya sendiri dan itu membantu penguapan. Membiarkan telinga lembap lalu menutupnya rapat adalah cara paling mudah membuat kondisi normal berubah jadi tidak normal.

Yang normal, dan yang berhenti di situ

Telinga yang sehat terlihat merah muda pucat, agak berminyak, tanpa bengkak. Lapisan kotorannya kuning kecokelatan, tipis, tidak menyengat. Bau samar seperti ragi hangat masih wajar dan sering saya temui pada kucing yang telinganya bersih.

Yang membuat saya berhenti hari itu juga: kotoran berwarna hitam kecokelatan seperti bubuk kopi, cairan yang keluar menyerupai nanah, warna kehijauan, atau bau menyengat yang tercium dari jarak satu lengan. Telinga yang merah, bengkak, atau terasa panas saat disentuh juga bukan urusan kapas. Begitu juga kucing yang memiringkan kepala ke satu sisi terus-menerus atau menggaruk tanpa henti. Jangan diulang-ulang dulu, jangan ditutupi dengan apa pun yang beraroma, dan jangan menggosok lebih keras. Membersihkan lebih intens justru bisa memperparah iritasi yang sudah ada. Untuk semua tanda itu, yang dibutuhkan adalah dokter hewan, bukan kapas yang lebih banyak.

Seberapa sering, dan kenapa jawabannya berbeda tiap kucing

Frekuensi bukan angka tetap. Patokan yang saya pakai adalah memeriksa sekali seminggu. Memeriksa, bukan membersihkan: hanya melihat dan mencium dari luar, tanpa memasukkan apa pun. Kalau bersih, selesai sampai di situ. Kalau ada lapisan, baru dibersihkan.

Bulu, bentuk telinga, dan gaya hidup

Sebagian kucing menghasilkan kotoran lebih banyak dari yang lain. Kucing dengan bulu di dalam saluran telinga cenderung menahan kelembapan dan kotoran lebih lama, dan telinga yang terlipat membuat sirkulasi udara di dalam kurang lancar. Kucing yang sebagian besar hidup di luar ruangan terkena debu, serbuk rumput, dan kadang potongan daun kecil, jadi butuh pemeriksaan lebih sering sekaligus lebih berhati-hati ketika ada benda asing yang menyangkut. Kucing berbulu sangat pendek atau tidak berbulu kadang justru lebih berminyak, jadi lapisannya tipis tapi cepat kembali.

Sebaliknya, kucing yang tinggal di rumah dengan lantai lembut dan jarang keluar biasanya paling sedikit membutuhkan pembersihan. Sebagian hanya perlu sekali sebulan, dan sebagian lagi hampir tidak perlu sama sekali karena telinganya memang membersihkan dirinya sendiri. Menyadari itu penting, karena kebiasaan membersihkan telinga setiap minggu untuk semua kucing justru bisa membuat telinga yang sehat jadi lembap dan iritasi. Kalau telinganya tidak kotor, jangan diapa-apakan.

Sekarang, kalau ada yang bertanya kenapa saya berhenti memakai cotton bud, jawaban saya terdengar membosankan: karena saluran telinga kucing punya belokan, dan cotton bud tidak punya cara melewatinya. Kapas bulat memang tidak memberi saya kepuasan melihat kotoran menempel di ujungnya. Tapi setelah beberapa bulan, saya justru lebih percaya pada kapas yang tetap putih. Itu tandanya telinganya memang tidak butuh apa-apa selain kering.

Panduan ini hanya edukasi. Sebelum menindaklanjuti perawatan atau mengabaikan saran profesional, tanyakan dulu kepada dokter hewan.
Tangan Tenang

Penulis artikel

Tangan Tenang adalah lapisan orang yang menangani kucing rumahan dengan gerakan pelan dan sabar. Mereka terbiasa mengenalkan sisir, sampo, dan pembersih telinga lewat pengulangan, menjaga litter box tetap bersih, dan menyiapkan ruangan yang sejuk bagi kucing.

Tentang kami