Kucing yang jarang minum dan makanannya hanya dry food memang lebih berisiko membentuk hairball, karena air yang membantu mendorong bulu tertelan melewati saluran cerna jumlahnya lebih sedikit setiap hari. Tapi itu bukan kepastian. Tidak semua kucing pemakan kibble berakhir muntah bulu, dan mengganti mangkuk air saja tidak menyelesaikan apa pun kalau bulu yang masuk tetap banyak. Yang benar-benar menentukan adalah dua hal yang jarang dihitung pemilik: berapa air yang masuk ke tubuh kucing dalam 24 jam, dan berapa banyak bulu yang dia telan tiap hari.

Airnya tidak habis, tapi dia juga tidak minum
Malam itu saya duduk di lantai keramik, tak jauh dari mangkuk air yang posisinya persis di samping mangkuk makanan. Kucing saya baru selesai makan. Saya dengar suara kriuk kibble berhenti, lalu berubah jadi bunyi lidah yang menyapu punggung sendiri, berulang, cepat, dari bahu ke ekor. Bulu-bulu itu masuk ke mulut dan ditelan, dan saya melihatnya sendiri.
Setelah itu dia mendekati mangkuk air, menjilat permukaannya dua kali, lalu pergi. Permukaan airnya tidak turun sedikit pun.
Pagi berikutnya ada gumpalan bulu basah di ubin, panjang dan pipih seperti cerutu, bukan bola bulu bulat yang biasa saya bayangkan. Saya ambil pakai tisu, dan sejak itu saya berhenti menebak-nebak.
Masalahnya, "air di mangkuk berkurang" bukan ukuran yang jujur. Di kamar yang hangat dan lembap, sebagian dari penurunan itu cuma penguapan. Jadi saya tempel selotip kertas di sisi mangkuk, tepat di garis permukaan air setelah diisi penuh, lalu saya lihat lagi 24 jam kemudian. Kalau garisnya cuma turun sedikit, dan cuaca sedang panas, saya tahu sebagian besar hilang ke udara, bukan masuk ke kucing.
Yang lebih jujur lagi ada di litter box. Saya tidak bisa mengukur kepekatan urine di rumah, tapi saya bisa melihat jumlah gumpalan pasir, ukurannya, dan seberapa menyengat baunya saat dibersihkan. Kalau gumpalannya sedikit, besar-besar, dan baunya tajam, kucing saya sedang hemat air.
Kenapa kibble mengubah seluruh hitungannya
Kucing itu keturunan pemburu. Mangsa alaminya, tikus atau burung kecil, hampir seluruhnya air. Itu sebabnya kucing liar jarang terlihat menunduk minum di sungai, karena mereka tidak perlu. Begitu makanan sehari-harinya diganti kibble, sumber air utamanya hilang, dan satu-satunya jalan masuk air adalah mangkuk.
Yang bikin repot, dorongan haus kucing itu lemah, jauh lebih lemah daripada dorongan makannya. Kucing bisa menyelesaikan semangkuk kibble kering, tidur, dan tetap tidak merasa perlu minum banyak. Jadi pada kucing dry food, selisih airnya harus dikejar dari mangkuk, dan sering kali yang dikejar itu kalah jauh dari yang hilang.
Itulah kenapa kucing yang "makan normal, kelihatan sehat" tetap bisa muntah bulu sesekali. Bukan terutama karena bulunya terlalu banyak, tapi karena jalur keluarnya terlalu kering.
Yang bisa dinaikkan di rumah tanpa memaksa
Saya tidak pernah mengejar kucing dengan mangkuk air. Yang bekerja justru perubahan kecil yang tidak dia sadari.
Pindahkan mangkuk airnya. Mangkuk air di samping mangkuk makanan itu kebiasaan yang saya warisi tanpa berpikir. Banyak kucing enggan minum di dekat makanannya. Pindahkan ke sudut lain, dan pastikan juga jauh dari litter box. Saya pernah memindahkan satu mangkuk sekitar dua meter dari posisi asalnya, dan justru mangkuk itulah yang mulai turun level airnya.
Ganti bentuknya. Mangkuk lebar dan dangkal, bahan keramik atau kaca, jauh lebih sering dipakai daripada mangkuk tinggi dan sempit. Kumis kucing sensitif; kalau dinding mangkuk terus menekan kumisnya, dia cuma menjilat ujung air lalu berhenti.
Perbanyak tempatnya. Saya taruh tiga: satu di dekat tempat tidurnya, satu di ruang tempat saya bekerja, satu di dekat jendela. Kucing lewat, dia minum seplintas. Semakin sering dia berpapasan dengan air tanpa harus berjalan jauh, semakin sering dia minum.
Coba air yang bergerak. Sebagian kucing tertarik pada air mengalir — keran menetes, air yang baru dituang ke ember, atau alat minum berpompa. Tapi jangan anggap ini otomatis. Bunyi motor dan riak air bisa membuat sebagian kucing justru menjauh. Kalau mau mencoba, taruh di tempat yang tidak jadi jalur lewatnya, dan beri waktu beberapa hari sebelum memutuskan.
Jaga kebersihannya lebih serius dari yang Anda kira. Di rumah lembap, dinding dalam mangkuk terasa licin setelah sehari. Lapisan itu biofilm, dan baunya berubah jauh sebelum mata manusia menyadarinya. Saya ganti air setiap hari, dan mangkuknya saya cuci dengan air panas dan sabun ringan, lalu dibilas sampai tidak ada sisa sabun. Untuk alat berpompa, bagian pompa dan selangnya sering jadi titik yang paling terlewat.
Tambahkan makanan basah, sedikit dulu. Ini jalan paling langsung menambah air, karena airnya ikut masuk bersama makanannya. Tidak perlu mengganti total. Satu-dua sendok di samping kibble yang biasa, dikenalkan pelan-pelan, sering sudah cukup mengubah angka harian. Kalau kucingnya menolak, jangan dipaksa; ulangi besok dengan porsi lebih kecil.
Satu hal yang sering ditanya: menyiram kibble dengan air lalu membiarkannya di mangkuk. Di iklim kita, kibble basah yang menganggur di ruangan hangat cepat berubah, dan itu soal kebersihan makanan, bukan soal selera. Kalau tetap dilakukan, sajikan sedikit dan jangan ditinggal berjam-jam.
Sisi bulunya juga, bukan cuma sisi airnya
Hairball itu dua bahan: bulu dan cairan. Menaikkan asupan air cuma menyentuh satu sisi. Sisi lainnya adalah berapa banyak bulu yang benar-benar tertelan, dan itu ditentukan oleh seberapa rajin Anda menyisir.
Untuk bulu pendek, dua kali seminggu sudah lumayan. Untuk bulu panjang, hampir setiap hari, dan lebih sering saat musim rontok. Yang saya kejar bukan cuma bulu di punggung, tapi bagian yang paling sering dia jilat sendiri: dada, perut, dan belakang kaki.
Kalau kucing menjilat terus sampai ada bagian bulu yang menipis atau kulitnya kemerahan, itu bukan lagi soal kebiasaan. Bisa gatal, bisa stres, bisa ada masalah kulit, dan itu urusan dokter hewan, bukan urusan mangkuk air.
Kapan saya berhenti menyesuaikan dan menelepon dokter
Ada beberapa hal yang saya tidak coba selesaikan sendiri di rumah:
- Air di mangkuk habis jauh lebih cepat dari biasanya, atau kucing tiba-tiba minum terus
- Kencing jauh lebih sering, lebih banyak, atau mulai di luar litter box
- Muntah bulu lebih dari sesekali, misalnya hampir setiap minggu
- Gerakan seperti mau muntah tapi tidak ada yang keluar, berulang. Ini bisa keluhan saluran napas, bukan hairball
- Tidak mau makan, lesu, berat badan turun, atau fesesnya keras dan kering
Perubahan pola minum dan kencing itu tanda medis. Saya tidak mengutak-atik pakan atau posisi mangkuk dulu. Ginjal, diabetes, dan tiroid bisa tampak sama dari luar, dan yang bisa membedakannya cuma pemeriksaan.
Yang realistis diharapkan
Kalau Anda menaikkan asupan air dengan cara-cara di atas, yang biasanya berubah lebih dulu bukan hairball-nya, tapi hal-hal kecil: gumpalan pasir lebih banyak, baunya tidak setajam sebelumnya, feses lebih lembap dan keluar lebih teratur. Muntah bulunya cenderung berkurang.
Tapi saya tidak akan bilang hilang sama sekali. Hidrasi memperbaiki peluang bulu keluar lewat saluran cerna, bukan menghapus kemungkinan hairball terbentuk. Kucing berbulu panjang, kucing gemuk yang sulit menjangkau badannya sendiri, dan kucing yang sedang rontok berat tetap punya jalannya sendiri.
Sekarang, sebelum tidur, saya sempatkan mengangkat mangkuk air di ruang tengah sebentar untuk merasakan beratnya. Kalau terasa lebih ringan dari kemarin, berarti dia minum. Kalau tidak, yang saya ubah posisinya, bukan kucingnya yang saya kejar.