Bulu yang tetap menumpuk meski disisir tiap hari hampir selalu berarti sisirnya hanya menyentuh lapisan teratas, bukan lapisan yang menyimpan bulu mati. Sisir bergigi rapat mengangkat bulu permukaan, sedangkan sisir bergigi jarang dan rake undercoat yang membuka lapisan padat di dekat kulit. Selama lapisan bawah itu belum dibuka, bulu mati akan naik ke permukaan dan menumpuk lagi dalam beberapa hari, seberapa rajin pun sisirannya.
Sore itu saya duduk bersila di lantai ruang tengah, kucing abu-abu saya menurut saja di atas tikar, dan saya menyisir punggungnya dari tengkuk ke ekor dengan sisir logam bergigi rapat. Sisirnya meluncur tanpa hambatan. Tidak ada kusut, tidak ada lengkungan yang tertahan, dan dalam hitungan detik gumpalan bulu di lantai sudah sebesar bola pingpong. Saya merasa sudah melakukan semuanya dengan benar. Besok sore, lantai di dekat sofa penuh lagi. Sisir yang sama, gerakan yang sama, hasil yang sama.
Yang mengubah semuanya justru bukan sisir baru, tapi sebuah kebiasaan kecil: saya belah bulunya dengan dua jari, dari tengah punggung ke samping, sampai kulitnya kelihatan. Di bawah lapisan abu-abu yang mengilap itu ada lapisan lain, lebih pucat, lebih rapat, terasa seperti kain felt kalau dipencet. Sisir bergigi rapat tadi sama sekali tidak menyentuhnya. Giginya terlalu rapat dan terlalu pendek untuk masuk ke sana, jadi selama ini saya cuma merapikan permukaan, lalu pulang dengan perasaan sudah selesai.
Dua lapisan, dua alat yang berbeda
Bulu kucing itu bukan satu lapisan rata. Ada bulu penjaga di luar, yang mengilap dan panjang, dan ada bulu bawah yang pendek, padat, keriting halus, dan tumbuh rapat di dekat kulit. Bulu mati paling banyak menumpuk di lapisan kedua. Kalau lapisan itu tidak dibuka, bulu mati terdesak ke luar sedikit-sedikit dan terlihat seperti rontok terus-menerus padahal sebenarnya cuma bergeser.
Sisir bergigi rapat bekerja di permukaan. Fungsinya merapikan, memisahkan helai yang saling silang, dan mengangkat bulu yang sudah lepas di bagian luar. Untuk kucing berbulu pendek, ini alat terakhir dalam urutan, bukan yang pertama.
Sisir bergigi jarang masuk lebih dalam. Gigi yang lebar memungkinkan helai bulu lewat di antaranya, jadi sisir bisa turun sampai dekat kulit tanpa tersangkut. Ukurannya biasanya lebih besar dari sisir rapat, dan bobotnya terasa lebih berat di tangan.
Rake undercoat adalah yang paling langsung menyasar lapisan bawah. Bentuknya seperti sisir dengan gigi pendek yang kaku dan sedikit melengkung, kadang berbaris dua. Gigi seperti ini menyelip di bawah bulu mati dan menariknya keluar, bukan memotong atau mencukur. Kalau saya perhatikan gumpalan yang keluar dari rake, bentuknya berbeda dari yang keluar dari sisir rapat: lebih menggumpal, lebih halus, dan warnanya biasanya lebih pucat dari bulu permukaan.
Slicker atau sikat kawat dengan pin halus di alas bantalan bekerja dengan cara lain lagi. Pin-pinnya mengait bulu lepas dari permukaan dan lapisan atas bawah, cocok untuk bulu pendek dan sedang yang tidak terlalu tebal. Untuk kucing berbulu panjang, slicker dipakai setelah sisir bergigi jarang, bukan sebagai pengganti. Kalau dibalik, pin slicker akan menarik bulu panjang yang belum terurai dan membuatnya menggumpal jadi kusut kecil.
Urutan yang berubah menurut panjang bulu
Pada kucing berbulu pendek yang saya pelihara, urutannya sederhana: slicker dulu untuk mengangkat bulu lepas, lalu sisir rapat untuk merapikan bagian luar. Selesai dalam lima menit, dan kucingnya masih setengah tidur.
Pada kucing berbulu panjang, urutannya harus dibalik dan ditambah satu langkah. Sisir bergigi jarang lebih dulu, dari ujung bulu masuk ke arah kulit, bagian per bagian, sampai tidak ada lengkungan yang tertahan. Baru setelah itu slicker masuk untuk mengangkat sisa bulu lepas. Kalau saya mencoba slicker lebih dulu pada kucing berbulu panjang, yang terjadi justru bulunya tertarik dan mengumpul jadi gumpalan yang kemudian harus saya urai ulang dari awal, dan kucingnya sudah keburu bosan.
Satu hal yang saya pelajari dengan agak keras: jangan menyisir bagian yang masih menggumpal dengan harapan gumpalannya hilang. Gumpalan tidak hilang karena disisir. Dia cuma tertarik lebih kencang ke kulit.
Cara mengayun yang tidak menyerempet kulit
Pegang sisir seperti memegang pensil, bukan seperti mencangkul. Gerakannya datang dari pergelangan, bukan dari bahu, dan jarak tiap ayunan pendek, sekitar lebar telapak tangan. Ayunan panjang justru membuat ujung gigi menekan di satu titik dan membuat kucing menggeser badan.
Arahnya selalu mengikuti arah tumbuh bulu, dari depan ke belakang. Melawan arah boleh, tapi hanya di bagian akhir, dan hanya dengan tekanan yang jauh lebih ringan.
Ada satu tanda yang saya pakai sebagai pengukur: kalau kulit di bawah sisir ikut bergeser mengikuti gerakan saya, berarti tekanannya terlalu dalam. Kulit yang tenang berarti sisirnya hanya menyentuh bulu. Tanda lain, kalau bagian dalam lengan saya sendiri terasa tergores saat mencoba sisir di sana, gigi itu akan terasa sama di kulit kucing.
Bagian yang paling sering terlewat justru yang paling banyak menumpuk: dada, perut, dan belakang kaki depan. Di sana kulitnya tipis dan kucing biasanya paling sensitif, jadi ayunannya lebih pendek lagi, dan saya biasanya menyelesaikan punggung dulu supaya kucingnya sudah rileks sebelum saya menyentuh perut. Bagian belakang dekat ekor juga perlu perhatian, terutama pada kucing berbulu sedang yang sering terlihat rapi dari atas tapi padat di bawah.
Untuk gumpalan yang sudah jadi, saya pegang pangkalnya di antara dua jari, lalu buka dari ujung ke arah kulit, sedikit demi sedikit. Jari saya jadi penghalang antara gigi sisir dan kulit. Kalau gumpalannya terlalu rapat dan sudah menempel di kulit, itu bukan lagi urusan sisir.
Kalau kucing tidak suka gigi sisir
Ada kucing yang senang disentuh tangan tapi langsung menarik badan begitu ada gigi logam menyentuh punggungnya. Untuk tipe ini, sarung tangan grooming dengan tonjolan karet sering jadi jalan masuk. Gerakannya sama seperti mengelus, jadi kucing tidak membaca situasinya sebagai perawatan. Bulu yang terangkat memang tidak sebanyak rake, dan saya tidak memakainya sebagai pengganti, tapi sarung tangan ini membuka pintu supaya kucing terbiasa dulu dengan sesi pendek.
Sesi saya selalu berakhir sebelum kucingnya pergi. Lebih baik tiga menit dan selesai dengan kucing masih di tempat, daripada sepuluh menit dan ditutup dengan kucing menghindar tiap kali tikar dikeluarkan.
Tanda rutinitasnya bekerja, dan yang tidak dijanjikannya
Setelah saya menambahkan rake dan membalik urutan pada bagian yang padat, ada satu perubahan yang jelas terlihat: jumlah bulu yang keluar per sesi menurun setelah sekitar empat sampai lima hari. Bukan berhenti, tapi mengecil. Gumpalan hari pertama sebesar bola pingpong, hari kelima tinggal sebesar ibu jari. Itu tanda lapisan bawahnya sudah mulai bersih, bukan tanda alatnya berhenti bekerja. Kalau jumlahnya tidak turun sama sekali setelah seminggu dengan alat yang sama, biasanya yang salah bukan kerajinannya, tapi lapisan yang disentuh.
Yang perlu saya bilang terus terang: menyisir mengurangi bulu yang tertelan, tapi tidak menghilangkan risiko hairball. Kucing tetap menjilat badannya, dan bulu tetap masuk. Menyisir bagian yang padat hanya mengurangi jumlahnya. Kucing yang tetap muntah bulu, lesu, atau tidak mau makan tetap perlu dibawa ke dokter hewan, dan itu tidak ada hubungannya dengan pilihan sisir.
Memeriksa alat sebelum dipakai
Saya memeriksa gigi sisir sebelum sesi, bukan setelah. Pin yang bengkok, gigi yang bergeser dari barisannya, atau ujung yang terasa tajam saat digosok di punggung tangan saya sudah cukup untuk menyingkirkan alat itu dari keranjang. Pin yang bengkok akan menyerempet kulit di satu titik terus-menerus, dan kucing yang mengalaminya sekali biasanya mengingatnya lama.
Sisir yang kotor juga masalah. Bulu dan minyak yang menumpuk di sela gigi membuat sisir tersangkut, dan sisir yang tersangkut membuat tangan saya otomatis menarik lebih kuat. Saya membersihkan sisir setiap selesai dipakai, dan merendahkannya sesekali supaya sisa minyak bulu tidak menempel.
Sekarang, sore di tikar itu terasa berbeda. Saya masih menyisir dengan urutan yang sama, tapi tangan saya sudah tahu ke mana harus turun. Gumpalan di lantai lebih kecil, kucingnya tidur lebih lama sebelum menggeser badan, dan saya tidak lagi mengira bahwa rajin berarti selesai.