Kuku kucing mengelupas itu wajar, ini tanda yang tidak

Kuku kucing yang mengelupas di bagian luar hampir selalu wajar, dan itu memang bagian dari pertumbuhan normal. Lapisan tanduk lama lepas sendiri sementara kuku baru tumbuh di bawahnya, jadi serpihan tipis di ujung kuku biasanya bukan kerusakan. Yang tidak wajar adalah kuku yang retak sampai ke dasar, yang melengkung masuk dan menusuk bantalan kaki, atau yang pangkalnya merah dan bengkak. Tiga hal itu urusan dokter hewan, bukan urusan gunting kuku di rumah.

Saya mulai memperhatikan hal ini bukan karena kuku kucing saya panjang, tapi karena lantai. Suatu malam saya duduk bersila di ruang tengah, kucing saya menurut saja di pangkuan setelah makan, dan saya pegang kaki depannya. Saya tekan bantalan pelan-pelan sampai kuku keluar, lalu saya arahkan lampu ponsel ke ujungnya. Di salah satu kuku ada serpihan tipis yang menganga seperti kulit bawang kering. Saya sempat berpikir itu luka. Ternyata itu cuma lapisan lama yang belum lepas, dan beberapa hari kemudian serpihan yang sama sudah tidak ada lagi.

Sejak itu saya berhenti melihat kuku sebagai tugas memotong, dan mulai melihatnya sebagai laporan. Bentuknya, warnanya, dan kulit di sekeliling pangkalnya memberi tahu saya hal-hal yang tidak saya lihat dari bulu atau mata.

Lapisan yang mengelupas itu memang dirancang untuk lepas

Kuku kucing tumbuh berlapis, kira-kira seperti bawahan berlapis yang saling menutupi. Bagian paling luar menua lebih cepat, mengering, lalu terkelupas sendiri entah saat kucing menggaruk tiang, mencakar karpet, atau cuma berjalan. Kalau Anda pernah menemukan serpihan tipis melengkung di dekat tiang garukan, itu bukan kuku yang patah. Itu sarung lama yang akhirnya jatuh.

Yang saya lakukan cuma satu: kalau serpihan itu sudah menganga tapi masih menempel, saya biarkan. Saya tidak menariknya, karena di bawahnya ada kuku baru yang masih lunak. Menarik paksa bisa membuka bagian yang masih hidup dan membuat kucing menghindari kaki disentuh untuk waktu lama. Kalau serpihan itu jatuh sendiri saat dia menggaruk, itu hasil terbaik.

Ada satu batas yang saya pegang: mengelupas di ujung itu biasa, mengelupas sambil bercabang atau pecah sampai ke tengah bukan. Serpihan yang tipis dan terlihat kering berbeda dari kuku yang terbelah dua.

Kuku depan tumbuh lebih cepat, dan kucing dalam rumah jarang mengasahnya

Kuku depan tumbuh lebih cepat daripada kuku belakang, dan itulah sebabnya saya memeriksa kaki depan lebih teliti. Pada kucing yang hidup di dalam rumah dan sebagian besar waktunya berjalan di keramik atau vinyl, tidak banyak yang mengasah kuku secara alami. Akibatnya ujungnya memanjang, melengkung, dan lama-lama arahnya berbelok ke dalam, ke arah bantalan.

Itu bahaya yang paling sering saya temui, dan bahayanya bukan di lantai. Kuku yang sudah mulai menekan bantalan akan membuat kucing berjalan lebih hati-hati, kadang seperti menjinjit di satu kaki. Kalau dibiarkan, kuku itu bisa tumbuh masuk ke kulit di sekelilingnya.

Jadi alasan memotong kuku bukan supaya sofa aman, walau itu efek sampingnya. Alasannya supaya kuku tidak berbalik arah ke kaki kucing sendiri.

Kuku yang sehat seperti apa kalau disenter

Ini yang paling membantu saya: senter.

Kuku sehat tembus cahaya sampai ke ujungnya, dan di balik lapisan yang tembus itu terlihat bagian merah, yaitu jaringan hidup berisi pembuluh darah. Bagian merah itu tidak pernah saya potong, titik. Saya arahkan lampu ponsel dari samping, bukan dari atas, karena bayangan justru menyembunyikan warna merahnya. Dari samping, batas antara bagian kemerahan dan bagian bening kelihatan jelas.

Pada kucing dengan kuku gelap, batas itu tidak kelihatan. Untuk kasus seperti itu saya berhenti jauh lebih cepat dan memotong serbuk tipis saja, sedikit-sedikit, beberapa kali dalam seminggu. Lebih lambat, tapi tidak ada drama.

Cara saya memotong: sedikit-sedikit, dan lebih sering

Saya pakai gunting kuku khusus kucing dengan penahan, bukan gunting kuku manusia. Gunting manusia menekan kuku dari dua sisi dan cenderung meremukkan lapisan kuku, sementara gunting khusus memotong dengan satu sisi tajam.

Tempatnya bukan meja. Saya duduk di lantai dengan kaki bersila, kucing saya letakkan di pangkuan menghadap ke samping, punggungnya menempel ke perut saya. Dari posisi itu saya bisa menahan kaki dengan tangan kiri dan memotong dengan tangan kanan tanpa meregangkan sendinya.

Sudut potongnya mengikuti arah lengkung kuku. Kalau dipotong lurus seperti memotong kertas, ujungnya pecah beberapa hari kemudian.

Yang paling mengubah hasilnya cuma satu hal: saya mengurangi jumlah yang dipotong setiap kali. Dulu saya berusaha menyelesaikan sepuluh kuku dalam satu duduk, dan hasilnya kucing saya mulai menarik kaki begitu melihat gunting. Sekarang saya ambil satu kaki, kadang cuma dua kuku, lalu berhenti. Sisa kuku saya cicil besok atau lusa. Jumlah total yang dipotong sama, tapi tidak ada yang berakhir dengan kucing ngambek dan tangan saya tergores.

Kalau bagian merah sampai terpotong, yang saya lakukan sederhana: tekan ujungnya dengan tisu bersih beberapa saat, jangan panik, dan berhenti untuk hari itu. Kucing biasanya jauh lebih tenang daripada pemiliknya.

Sebelum memotong, saya biasakan menyentuh dan menekan bantalan kakinya di waktu santai, jauh dari gunting. Kucing yang terbiasa kaki disentuh saat mengantuk akan jauh lebih kooperatif dibanding kucing yang kakinya baru dipegang ketika alat sudah keluar.

Tanda yang membuat saya berhenti dan menghubungi dokter hewan

Ini bagian yang menurut saya paling sering hilang dari panduan memotong kuku, padahal justru di sini gunting harus diletakkan.

Kuku yang retak atau pecah sampai ke dasar, apalagi yang menggantung, bukan bahan untuk dipotong di rumah. Begitu juga kuku yang sudah tumbuh masuk ke bantalan, atau kulit di pangkal kuku yang merah, bengkak, hangat, berbau, atau mengeluarkan cairan. Kalau kucing tiba-tiba tidak mau menapak di satu kaki, atau terus-menerus menjilat satu kuku sampai bulunya basah, itu bukan soal panjang kuku.

Satu lagi yang saya catat: kalau kuku tidak mau keluar saat ditekan, atau ada benjolan kecil di pangkalnya, saya tidak mencoba menyelesaikannya sendiri. Saya memotret dari beberapa sudut dengan lampu yang terang, lalu membawanya ke dokter hewan. Foto itu membantu, karena di ruang periksa kucing sering menarik kakinya dan kondisi aslinya tidak kelihatan.

Saya tidak pernah mencoba menebak penyebabnya atau memberi apa pun di rumah. Yang bisa saya lakukan adalah menghentikan gunting dan mencari yang lebih tahu.

Tiang garukan dan kebiasaan melihat yang membuat semuanya lebih mudah

Tiang garukan bukan cuma pelindung sofa. Kucing yang rutin menggaruk di tiang akan mengelupaskan lapisan luar kukunya sendiri di sana, dan saya jadi punya tempat tetap untuk melihat serpihan apa yang jatuh. Serpihan tipis melengkung, tidak masalah. Pecahan kuku yang tebal dan tidak simetris, saya simpan untuk ditunjukkan kalau perlu.

Pemeriksaannya sendiri tidak perlu lama. Satu kaki sehari, cukup sepuluh detik. Saya biasanya melakukannya saat kucing baru bangun atau habis makan, waktu dia paling malas dan paling tidak keberatan dipegang. Yang saya cari cuma tiga: ujungnya masih tembus cahaya atau tidak, arah tumbuhnya masih keluar atau sudah membelok, dan kulit di pangkalnya masih tenang atau tidak.

Kalau ketiganya aman, kuku yang mengelupas itu memang cuma kabar baik. Artinya kuku barunya sedang tumbuh, dan yang lama sedang pergi dengan sendirinya.

Panduan ini hanya edukasi. Sebelum menindaklanjuti perawatan atau mengabaikan saran profesional, tanyakan dulu kepada dokter hewan.
Tangan Tenang

Penulis artikel

Tangan Tenang adalah lapisan orang yang menangani kucing rumahan dengan gerakan pelan dan sabar. Mereka terbiasa mengenalkan sisir, sampo, dan pembersih telinga lewat pengulangan, menjaga litter box tetap bersih, dan menyiapkan ruangan yang sejuk bagi kucing.

Tentang kami