Kucing yang makan dan minum cukup bisa dikenali dari dua hal yang benar-benar bisa diukur di rumah: berat badannya tiap bulan dan tekstur tulang rusuknya saat diraba. Timbang kucing di dalam tasnya memakai timbangan badan rumah, catat angkanya, lalu raba sisi tubuhnya dengan tekanan ringan. Kalau angka itu stabil dari bulan ke bulan dan tulang rusuknya masih gampang ditemukan, pola makannya hampir pasti baik-baik saja. Kalau salah satunya bergeser, itu sinyal yang muncul jauh sebelum kucing terlihat kurus atau terlihat gemuk.

Aku jongkok di depan timbangan di kamar, Minggu pagi, sebelum kucingku sarapan. Tasnya kosong dan bersih, jadi aku timbang dulu tasnya. Angkanya keluar dan aku sudah hafal: 900 gram. Baru setelah itu kucingnya masuk, resletingnya aku tutup, dan aku angkat pelan-pelan ke atas timbangan.
Kalau kamu berdiri di sebelahku, kamu akan lihat satu hal yang bikin cara ini beda dari sekadar menggendong kucing lalu naik ke timbangan: aku tidak pernah menimbang kucing sambil dipegang. Kucing yang dipegang akan bergerak, angka di layar naik-turun, dan yang tersisa cuma tebakan. Tasnya yang menahan dia diam.
Angka timbangan sekarang 4.900. Kurangi 900, dapat 4.000 gram. Empat kilo. Aku tulis di buku kecil, di halaman yang sama dengan bulan lalu, bukan di ponsel yang notifikasinya tenggelam di antara chat grup.
Tulis, karena tangan tidak bisa mengingat
Perubahan 200 sampai 300 gram dalam sebulan tidak akan terasa saat menggendongnya. Kucing yang turun 300 gram masih kelihatan sama saja. Yang membuat angka itu berarti adalah halaman sebelumnya, yang ditulis bulan lalu, di buku yang sama.
Aku juga tidak menimbang setiap minggu. Berat kucing naik-turun beberapa ons karena isi perut dan kandung kemih, dan kalau ditimbang terlalu sering yang kamu dapat bukan tren, tapi kecemasan. Sebulan sekali, di jam yang sama, dengan kondisi yang sama. Aku selalu menimbang sebelum makan pagi, karena kucing yang baru makan bisa lebih berat dari seharusnya.
Rusuk, bukan perut
Ini bagian yang paling sering dilewatkan orang, padahal paling murah. Dudukkan kucing di pangkuanmu saat dia lagi malas, letakkan telapak tangan di sisi tubuhnya tepat di belakang kaki depan, lalu tekan ringan dengan jari rata. Yang kamu cari adalah tulang rusuk yang bisa ditemukan tanpa harus menekan kuat. Bandingannya kira-kira punggung tanganmu sendiri saat jari-jari ditekuk: ada tonjolan yang jelas, tapi ada lapisan di atasnya.
Kalau kamu harus menekan cukup dalam sampai kucingnya berbalik menatap, biasanya itu tanda kelebihan berat. Kalau rusuknya terasa tajam dan menonjol tanpa perlu usaha, itu ke arah sebaliknya.
Jangan lakukan saat dia berdiri. Otot yang berkontraksi membuat rusuk terasa lebih jelas daripada sebenarnya. Duduk atau berbaring santai memberi gambaran yang lebih jujur.
Sekalian raba tulang punggung dan tulang pinggulnya. Di kucing yang sudah tua, otot di sepanjang punggung kadang menyusut lebih dulu sementara angka timbangan belum banyak bergerak. Kalau punggung terasa makin tajam padahal beratnya stabil, itu urusan dokter hewan, bukan sesuatu yang aku atasi sendiri di rumah.
Porsi harian: yang penting pola, bukan satu kali makan
Yang aku catat bukan berapa banyak dia makan dalam satu kali duduk, tapi berapa yang aku tuang ke mangkuk tiap pagi dan berapa yang tersisa saat aku bersihkan malamnya. Kucing melewatkan satu kali makan karena alasan yang membosankan: hari terlalu panas, ada tamu, dia baru selesai berlarian. Satu kali makan yang tidak habis tidak berarti apa-apa.
Yang berarti adalah polanya. Kalau porsi itu habis enam dari tujuh hari, itu normal. Kalau dua hari berturut-turut setengah porsi tersisa di mangkuk, itu sudah bukan soal suasana hati lagi.
Aku tidak menimbang makanan. Cangkir takar sudah cukup, asal cangkirnya selalu yang itu, dan aku tahu berapa gram isinya. Ganti cangkir tanpa sadar, dan catatanmu jadi tidak bisa dibandingkan.
Air: takar, jangan menebak
Ini yang paling sering dikira tidak perlu, padahal caranya sederhana. Tuang air dari gelas ukur ke mangkuk, lihat berapa mililiternya. Dua puluh empat jam kemudian, tuang sisanya balik ke gelas ukur. Selisihnya adalah berapa yang diminum. Tidak perlu tiap hari. Sekali seminggu sudah cukup untuk tahu kebiasaannya.
Ada dua hal yang membuat angka ini meleset. Pertama, penguapan. Di rumah yang panas, semangkuk air bisa menyusut sendiri tanpa ada yang meminumnya, jadi kalau angkanya terlihat naik padahal cuaca sedang terik, curigai dulu penguapannya. Kedua, kalau di rumah ada lebih dari satu kucing, angka ini tidak bisa dipakai untuk menilai satu kucing tertentu, dan lebih baik tidak dipakai sama sekali daripada dipakai untuk menyimpulkan yang salah.
Kucing memang peminum sedikit, dan itu normal. Yang makan makanan kering saja biasanya minum lebih banyak, karena sebagian besar airnya tidak datang dari makanan. Yang makan basah mendapat porsi air besar dari makanannya sendiri, jadi minumnya sedikit dan itu tidak otomatis berarti kurang. Jangan membandingkan angka kucingmu dengan kucing lain yang makanannya berbeda.
Angka yang bergeser tanpa ada yang rusak
Tidak setiap perubahan berarti ada masalah. Cuaca panas membuat minum naik. Kucing yang baru pindah rumah, baru divaksinasi, atau baru kedatangan penghuni baru bisa makan kurang beberapa hari lalu kembali sendiri. Remah di dasar mangkuk membuat sisa makanan terlihat lebih banyak daripada yang sebenarnya.
Yang membedakan sedang tidak nyaman dan perlu diperiksa adalah durasinya. Perubahan yang bertahan lebih dari sehari, atau yang arahnya terus sama selama beberapa penimbangan, bukan lagi hal yang aku tunggu di rumah.
Kapan angkanya berarti harus ke dokter hewan
Kalau makan atau minumnya turun dan tidak kembali dalam sehari, aku tidak menaikkan porsi atau menambahkan apa pun ke makanannya. Aku bawa ke dokter hewan. Kalau beratnya turun di dua penimbangan bulanan berturut-turut, aku juga tidak menunggu sampai kucingnya terlihat kurus, karena kucing yang masih mau makan pun bisa kehilangan berat tanpa terlihat. Kalau minumnya tiba-tiba jauh lebih banyak tanpa alasan yang jelas seperti cuaca, itu juga bukan sesuatu yang aku atasi sendiri.
Aku tahu batasku. Aku bisa mengukur, mencatat, dan membandingkan. Aku tidak bisa tahu kenapa angkanya berubah, dan itu bukan bagian yang aku tebak-tebak.
Dua menit per bulan
Menimbang kucing bulanan bukan karena angkanya sakti, tapi karena angka bisa dibandingkan sedangkan ingatan tidak. Yang aku lakukan cuma dua hal: satu angka di timbangan, satu telapak tangan di rusuk. Porsi dan air menempel di situ, sebagai penjelasan kalau angkanya bergeser.
Dan suatu hari nanti, saat dokter hewan bertanya sejak kapan beratnya mulai turun, aku bisa menyebut bulan. Bukan kayaknya beberapa waktu lalu.