Potong kuku anak kucing pertama kali sebaiknya tidak diniatkan selesai dalam satu duduk. Targetnya cuma satu: melihat batas merah muda di dalam kuku, memotong ujung runcingnya sedikit di depan batas itu, lalu berhenti selagi kucing masih tenang. Delapan belas kuku bisa dicicil dua sampai tiga hari, dan sesi pendek yang berakhir baik jauh lebih berharga daripada sesi panjang yang berakhir dengan kucing meronta.
Sore itu hujan, dan jendela di sisi barat jadi satu-satunya sumber cahaya yang lumayan. Anak kucing berumur sekitar sembilan minggu saya letakkan di pangkuan, punggungnya menempel perut saya, kaki belakang menggantung di antara lutut. Tangan kiri menyelip di bawah kaki depannya, lalu mengangkat pelan sampai telapak menghadap cahaya. Bukan menarik, bukan menggenggam erat, cuma menaikkan kakinya setinggi mata.
Garis merah muda itu baru muncul setelah kakinya diangkat
Kalau kucing berdiri atau duduk biasa, kukunya cuma tampak seperti jarum kecil gelap di ujung jari. Begitu kaki depannya terangkat dan cahaya menembus dari samping, kuku itu berubah jadi bening seperti potongan plastik tipis, dan di dalamnya ada seutas garis merah muda lembut. Itu quick, jaringan berisi darah dan saraf. Pada anak kucing lapisan tanduknya masih sangat tipis, jadi garis itu kelihatan cukup jelas untuk dijadikan patokan. Ini yang membuat pemotongan pertama sebenarnya lebih mudah daripada pemotongan kuku kucing dewasa, bukan lebih sulit.
Yang saya potong hanya ujung yang melengkung tajam, kira-kira dua milimeter di depan garis merah muda, mengikuti lengkung kukunya. Bagian itu yang bentuknya seperti kait dan biasa nyangkut di kain sofa atau tersangkut di syal. Setelah satu kuku selesai, saya angkat lagi ke arah cahaya dan lihat permukaannya: kalau masih ada ujung runcing, saya ambil sedikit lagi. Kalau ragu, potong lebih sedikit dulu. Kuku akan tumbuh lagi dalam hitungan minggu; quick yang terpotong tidak bisa dikembalikan.
Alatnya juga berpengaruh. Gunting kuku manusia jangan dipakai: dua matanya menekan kuku dari samping, dan lapisan tipis anak kucing bisa pecah memanjang sampai ke pangkal. Pemotong kuku khusus kucing punya mata melengkung dengan penahan kecil, sehingga kuku masuk ke lubang dan terpotong lurus tanpa terjepit.
Kaki depan dulu, selebihnya nanti
Sesi pertama saya hampir selalu habis di dua kaki depan. Bukan karena kaki belakang lebih sulit dipotong, tapi karena di situ kesabaran kucing paling cepat habis. Kaki depan juga yang paling terasa efeknya, itu yang mencakar sofa dan tangan saat bermain. Kaki belakang bisa menunggu besok, atau lusa, atau minggu depan.
Kalau kaki ditarik, lepaskan
Ada kalanya kaki belakang belum disentuh dan kucing sudah menarik kakinya. Ekornya mulai bergerak cepat, pupil membesar, telinga berputar ke belakang. Di titik itu saya lepas kakinya dan berhenti, bukan menahan badannya supaya bisa menyelesaikan satu-dua kuku lagi.
Ini keputusan yang sering terasa salah saat dilakukan, karena niatnya jelas-jelas belum tuntas. Tapi kucing yang ditahan belajar satu hal: sentuhan di kaki adalah awal dari sesuatu yang tidak bisa dia hentikan. Kucing yang dilepas belajar hal sebaliknya, bahwa menarik kaki itu berhasil dan tangan manusia tidak berbahaya. Pengalaman itu yang terbawa ke sesi berikutnya, dan itu yang membuat hari kelima jauh lebih tenang daripada hari pertama.
Kalau satu kaki sudah ditarik, saya beri jeda setidaknya beberapa jam, lebih baik sehari. Kucing tidak menghitung mundur ke sesi berikutnya, jadi tidak ada yang dirugikan dengan menunda.
Kalau ujungnya terpotong sedikit terlalu dalam
Pernah terjadi pada saya, dan kemungkinan besar akan terjadi juga pada Anda cepat atau lambat, terutama saat kukunya gelap atau kucingnya bergerak di detik terakhir. Yang saya lakukan cuma tiga: hentikan pemotongan, tekan ujung kuku dengan tisu bersih atau kasa selama dua sampai tiga menit tanpa sesekali diangkat untuk mengintip, lalu biarkan kucing pergi ke tempat tenang dan saya amati. Perdarahannya biasanya berhenti sendiri dalam hitungan menit.
Yang tidak saya lakukan: mengejar kucing yang kabur, memegang kakinya lama-lama, atau memaksakan sisa kuku di hari yang sama. Kalau setelah sepuluh sampai lima belas menit darah masih menetes, atau bantalannya terlihat bengkak keesokan harinya, itu urusan dokter hewan, bukan urusan sesi potong kuku di rumah.
Sepuluh detik sehari, jauh sebelum hari potong
Bagian yang paling menentukan keberhasilan bukan guntingnya, tapi apa yang terjadi di hari-hari biasa. Saat kucing tidur-tiduran di pangkuan, saya pegang satu kakinya, tekan bantalan kakinya pelan sampai kuku keluar, hitung sampai tiga, lalu lepas. Tanpa gunting, tanpa apa pun. Besoknya kaki yang lain. Seminggu sebelum hari potong, saya sudah memegang semua kakinya beberapa kali, dan kucing menganggap itu bagian dari dielus.
Waktu pemotongannya juga berpengaruh. Kucing yang baru bangun tidur jauh lebih lunak daripada kucing yang baru selesai bermain. Kalau memungkinkan, saya potong kuku setelah dia makan atau setelah tidur panjang, bukan setelah lari-lari mengejar tali.
Ujung tumpul tetap butuh tempat menggaruk
Memotong kuku membuat ujungnya tumpul, tapi tidak menghilangkan dorongan untuk menggaruk. Kalau tidak ada tempat menggaruk, kucing akan memilih sofa, karpet, atau sudut kasur, hanya saja kerusakannya lebih kecil karena kukunya tumpul. Saya selalu menyediakan satu tiang garuk berbahan tali rami di dekat tempat dia biasa tidur, dan satu papan kardus di ruang lain. Dua-duanya lebih disukai daripada sofa, asalkan diletakkan di jalur yang biasa dia lewati, bukan di sudut ruangan yang sepi.
Seberapa sering
Kuku anak kucing tumbuh cepat. Saya memeriksa setiap dua minggu dan memotong kalau ujungnya sudah terasa tajam saat menyentuh lengan, atau kalau kuku mulai membentuk kait. Yang perlu diawasi justru kuku yang dibiarkan terlalu panjang: ujungnya bisa melengkung dan tumbuh masuk ke bantalan kaki. Tandanya kucing berjalan lebih hati-hati, sering menjilati satu kaki, atau bantalannya terlihat merah dan bengkak. Itu bukan lagi urusan gunting di rumah.
Sejauh ini, hal yang paling sering saya ingat dari potong kuku pertama bukan kukunya, tapi jeda setelah kuku ketiga. Kucingnya diam, kakinya masih di tangan saya, dan saya memutuskan berhenti. Hari berikutnya dia tidak lari saat saya pegang kakinya lagi.